Awalnya aku terlahir di dunia ini memiliki hati yang suci, putih tanpa noda semilititik pun. Lalu beranjak remaja hati suci berwarna putih sedikit demi sedikit berubah menjadi abu-abu, aku jadi pandai berbohong, bertengkar dan yang paling klise itu mencontek. Rasanya biasa saja, apa mungkin ketika hati menjadi abu-abu karena banyaknya kotoran yang masuk aku menjadi bersin bersin? Rasanya tidak. Menyadari hati menjadi berubah warnanyapun tidak. Ah dasar aku. Anak ABG labil yang sedang mencari cari dimana aku yang sesungguhnya aku. Orang bilang, masa remaja adalah masa yang rentan dan masa dimana ingin mencoba segala hal. Tak peduli baik buruknya. Ya memang, aku yang masuk ke dalam golongan remaja ini merasakan hal itu. Sulit untukku menolak sesuatu hal yang aku sukai walaupun itu buruk. Ya memang ketika aku melakukannya hati kecil ini menjeriittt berkata tidak tapi ada hati lain yang aku beri nama hati labil malah mendukungku dan mensuportku untuk terus melakukannya. Hahaha dasar hati labilku ini memang sedang mekar-mekarnya, sedang merekah merah seperti bunga mawar yang baru merasakan sinar matahari.
Rasanya ingin mengendalikan hati dan menyelaraskan dengan pikiran. Namun sulit sekali, apabila hati berkata A maka otomatis pikiran berkata Z. Walaupun terkadang hati berkata A dan pikiran berkata serupa. Tapi dasar pikiran, dia pandai sekali mengganggu. Saat hati teguh memilih A dan pikiran terus saja berperang memilih sesuatu dari A-Z hingga tak ada ujungnya. Maka, pilihan hati menjadi goyah dan bahkan tak terbaca. Ah rasanya ingin sekali menyingkirkan pikiran B-Z ini dan hanya ingin menyimpan A dalam pikiran dan hati. Yap yap yap... A diibaratkan perguruan tinggi namun entah apa karena aku belum bisa menyingkirkan perguruan tinggi B-Z dipikiranku. Arg ingin sekali diberi vakum cleaner pikiran ini biar sedikit bersih.
Namun, hatiku kadang berwarna merah karena seseorang disampingku yang selalu membuatku nyaman. Ah tapi dia juga sangat pintar merubah warna merahnya menjadi kelabu. Iya dia golongan manusia yang menggunakan logikanya 9:1 daripada hatinya. Rasanya aku ingin terus disampingnya ketika warna hatiku merah, tapi ketika hatiku kelabu aku semakin ingin ada didekatnya. Aku ingin diperhatikan dan di beri senyuman manisnya. Aku rindu ketika hatiku merah. Ingin sekali hati ini terus berwarna merah. Rasanya lebih berwarna daaann...sweet.
Sekarang, hatiku sedang dijajah pikiran. Maka dia jadi hitam, bukan abu-abu apalagi putih. Lalu, sampai kapan jadi hitam? Sampai hati ini tau mana yang baik dan buruk. Minimal kembalikan hati ini jadi abu-abu, tak perlu putih karena aku tau aku bukan orang yang suci (≧▽≦)づ♥
Rasanya ingin mengendalikan hati dan menyelaraskan dengan pikiran. Namun sulit sekali, apabila hati berkata A maka otomatis pikiran berkata Z. Walaupun terkadang hati berkata A dan pikiran berkata serupa. Tapi dasar pikiran, dia pandai sekali mengganggu. Saat hati teguh memilih A dan pikiran terus saja berperang memilih sesuatu dari A-Z hingga tak ada ujungnya. Maka, pilihan hati menjadi goyah dan bahkan tak terbaca. Ah rasanya ingin sekali menyingkirkan pikiran B-Z ini dan hanya ingin menyimpan A dalam pikiran dan hati. Yap yap yap... A diibaratkan perguruan tinggi namun entah apa karena aku belum bisa menyingkirkan perguruan tinggi B-Z dipikiranku. Arg ingin sekali diberi vakum cleaner pikiran ini biar sedikit bersih.
Namun, hatiku kadang berwarna merah karena seseorang disampingku yang selalu membuatku nyaman. Ah tapi dia juga sangat pintar merubah warna merahnya menjadi kelabu. Iya dia golongan manusia yang menggunakan logikanya 9:1 daripada hatinya. Rasanya aku ingin terus disampingnya ketika warna hatiku merah, tapi ketika hatiku kelabu aku semakin ingin ada didekatnya. Aku ingin diperhatikan dan di beri senyuman manisnya. Aku rindu ketika hatiku merah. Ingin sekali hati ini terus berwarna merah. Rasanya lebih berwarna daaann...sweet.
Sekarang, hatiku sedang dijajah pikiran. Maka dia jadi hitam, bukan abu-abu apalagi putih. Lalu, sampai kapan jadi hitam? Sampai hati ini tau mana yang baik dan buruk. Minimal kembalikan hati ini jadi abu-abu, tak perlu putih karena aku tau aku bukan orang yang suci (≧▽≦)づ♥







0 komentar:
Posting Komentar