RSS

Akhirnya, Aku Lelah

Aku selalu bertanya kepada langit. Apa yang harus aku lakukan? Dia meminta ku untuk melupakannya. Dia terus meminta ku untuk meninggalkannya. Dia meminta ku lagi untuk tidak kembali kepadanya.

Aku tersenyum di depan dia. Aku bisa tertawa di depan dia. Aku mencoba tegar walaupun aku sempat mengakui padanya bahwa "aku tidak sanggup" tapi dia terus memintaku maju.

Aku bisa melakukannya andai dia membantuku untuk melupakan. Tapi apa? Dia selalu ada di sekitarku. Dia masih melemparkan senyum, tawa, canda kepadaku.

Satu hal yang membuat aku sulit melupakannya yaitu "kehangatan dan kenyamanan" ketika dia di sekitarku. Hal itu membuatku luluh kembali dan hatiku berkata dengan lirih "coba bertahan, sebentar lagi saja".

Sebentar lagi sampai kapan? Sampai aku tau bahwa dia sudah jadi milik orang lain? Sampai dia tidak peduli lagi? Sampai kapan? Dia sudah jelas memintaku pergi, namun dia masih mengatakan bahwa dia sayang, dia tidak mau melihatku dengan lelaki lain namun dia bilang "aku tidak bisa kembali".

Lelah....
Jelas. Aku sangat lelah.

Aku teringat lirik lagu:
"Berkali-kali kau berkata, kau cinta tapi tak bisa. Berkali-kali ku tlah berjanji, menyerah. Dan upaya ku tahu diri, tak slamanya berhasil pabila kau muncul terus begini, tanpa pernah kita bisa bersama, pergilah. Menghilang sajalah lagi" —Tahu Diri, Maudy Ayunda

Bimbing aku...
Buatlah aku melupakan dia...
Aku benar-benar lelah...
Lelah...
Sangat lelah...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar