Bekas air hujan masih teras baunya sampai kamar. Bau khas tanah yang terguyur air. Walaupun hujan telah berhenti, badanku masih saja menggigil, masih terasa meriang, flu juga membuat semuanya bertambah buruk. Ah malam yang tidak menyenangkan. Aku meraih ponselku, berharap ada seseorang yang menghubungiku dan mampu menghapus rasa gundahku.
"Iza" seseorang mengetuk kamar ku, aku rasa itu Yulia. Ah aku hanya terus meringkuk di bawah selimut. Namun ketukannya semakin kencang. Euh, dalam hati aku menyumpahi Yulia.
"Apa Yul?" akhirnya aku membukakan pintu kamar untuk dia. Dia tersenyum lebar, pakaiannya masih menggunakan setelan tadi siang. Sepertinya dia baru pulang dari kampus.
"Aku pinjam buku psikologi kamu ya, besok ada UAS mendadak" katanya, aku hanya mengangguk dan dengan gontai meraih buku psikologi dalam rak buku. Yulia tersenyum kembali dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Aku kembali meringkuk di dalam selimut, hanya satu orang sih yang aku pikirkan. Fathir. Selalu saja Fathir yang ada di pikiranku. Entahlah, aku takut di bilang munafik apabila bilang "aku sudah move on" namun aku takut di bilang bodoh apabila berkata sebaliknya. Jujur saja, memang aku sangat merindukan kenangan bersamanya.
Pernah saat aku sakit, dia datang ke kost-an ku. Dia membawakan makanan, dia juga menemaniku sampai aku tertidur, dia mengantarkan aku ke apotik untuk membeli obat, dan satu hal yang paling aku rindukan-cara dia memaksa aku untuk minum obat. Tatapan matanya selalu berhasil membuatku takluk. Aku langsung menggeleng mencoba mengeyahkan pikiran tentang dia.
Semakin larut malam, efek obat semakin bereaksi. Akhirnya aku tertidur juga. Setelah sekian lama selalu gadang, ternyata bisa juga tidur di jam normal.
***
Pagi sekali aku sudah bangun. Ritual bangun tidur, tentu saja mengecek handphone. Dan voila~ aku mendapatkan sms dari Fathir! Hah sepagi ini? Tumben dia sms aku duluan. Biasanya selalu aku yang sms dia. Atau kalau dia sms, pasti ada maunya. Aku buka isi sms itu, ternyata hihi ya ampun! Dia menanyakan keadaanku. Dia tau aku sakit! Padahal kemarin, aku mau sms dia buat minta membelikan makanan dan obat. Ah untung saja tidak jadi aku sms.
Tidak lama, handphone ku berbunyi. Fathir meneleponku.
"Halo" kataku langsung
"Ya, Nafiza! Kamu sakit apa?" sebentar, dia memanggil nama lengkapku. Berarti dia sedang jengkel. Eh tapi aku sangat senang sekali.
"Eh itu, semalam aku meriang. Sekarang juga masih sih, di tambah flu" tapi kenapa aku merasa sehat ya? Efek suara dia saja sudah membuatku sehat.
"Sudah diperiksa? Kamu sedang dimana?" serius, ini suaranya terdengar sangat khawatir. Em boleh aku peluk kamu? Hihi.
"Belum. Aku di kostan. Tapi besok aku pulang ko, besok dijemput Ayah kesini" em sebenarnya, aku berharap dia mau mengantarkan aku ke dokter atau setidaknya menawarkan. Soalnya aku selalu menolak sih hehe.
"Eh kamu! Baguslah, kalo lagi sakit memang lebih baik di rumah. Sudah makan belum?" tanya dia kembali.
"Males Fathir ke dokternya. Belum makan hehe" ya ampun, nada suaraku berubah jadi Nafiza pacarnya Fathir. Benar-benar manja.
"Ayo cepet makan, sudah siang!" eh bukannya bawain makanan, malah nyuruh aja? Ah Fathir.
"Iya iya, ini juga mau pesen nasi sama lauknya" suaraku masih saja terdengar sama.
"Bagus, anak pinter. Jangan lupa obatnya ya. Sekarang kamu istirahat. Cepet sembuh sayang" deg, aku tidak salah dengar? Ah ya ampun, duniaku, duniaku serasa akan jungkir balik. Namun di dunia yang jungkir balik ini, keluar kupu-kupu dan kumbang. Banyak peri yang bermunculan dari kuncup bunga yang baru mekar. Ah duniaku. Ini benar duniaku?
"Bagus, anak pinter. Jangan lupa obatnya ya. Sekarang kamu istirahat. Cepet sembuh Iza" aw, ternyata hanya khayalanku saja.
"Terimakasih Fathir" ucapku akhirnya. Hmmmm







0 komentar:
Posting Komentar